Pada konteks media cetak, berita dapat diartikan sebagai rekontruksi dari fakta yang penting dan atau menarik bagi pembaca dan disajikan dalam bentuk tulisan dan berbagai kelengkapannya.
Ada beberapa kata kunci (keyword) dalam definisi di atas, yakni: rekontruksi, fakta, penting dan menarik, pembaca serta bahasa tulis dan kelengkapan.
- Rekontruksi : dalam konteks berita, rekontruksi diartikan sebagai reka-ualng, perekaan kembali sesuatu dalam bentuk yang seutuhnya, tanpa pengurangan atau penambahan, atau perubahan stuktur yang mengakibatkan terjadinya perbedaan antara kontruksi sesungguhnya dan kontruksi aksen yang dihasilkan dari upaya rekonstruksi. Semakin pandai pewarta membuat deskripsi dari fakta yang dia sajikan, akan semakin tepat rekontruksi yang dia buat.
- Fakta : sesuatu yang benar-benar terjadi atau sesuatu yang diakatakan benar-benar terjadi oleh seorang yang dianggap berkompeten. Opini pewarta tidak termasuk dalam ketegori fakta yang dimaksud. Namun, opini seseorang adalah fakta bagi si pewarta.
- Penting dan Menarik : tidak semua fakta yang direkontruksi dapat digolongkan sebagai sebuah berita yang bernilai tinggi. Secara garis besar, nilai berita ini sangat ditentukan oleh seberapa penting dan menariknya rangkaian fakta yang disajikan. Semakin penting dan menarik fakta yang disajikan, akan semakin tinggi nilai fakta tersebut. Kemampuan pewarta untuk memadukan syarat penting dan menarik pada fakta yang ia sajikan, akan membuat fakta tersebut semakin memiliki nilai jual.
- Pembaca : pembaca adalah bos sesungguhnya bagi seorang wartawan. Terlepas dari apapun idealism yang dianut wartawan terlepas dari idealism yang dianut wartawan, berita adalah “sesuatu” untuk dijual, dan pembaca adalah pembelinya. Karena itulah, seorang wartawan yang baik senantiasa aspek ini saat menulis. Ia tidak manulis hal-hal yang penting dan menarik bagi dirinya, melainkan hal-hal yang penting dan menarik bagi sebagian besar pembacanya. Bagaimana pun, media masa adalah sebuah bisnis.
- Bahasa tulis : karena disampaikan dalam bentuk tulisan, kemampuan berbahasa (termasuk di dalamnya logika berbahasa) serta pemahaman terhadap fungsi tanda baca memegang peranan yang sangat penting. Kesalahan pemakaian kata, penggunaan istilah yang tidak tepat, kesalahan penerapan tanda baca dan kesalahan dalam logika berbahasa, akan membuat fakta yang direkontruksi dalam bentuk tulisan menjadi kabur bahkan salah.
- Kelengkapan : kelengkapan yang diamaksud adalah kelengkapan dalam penyajian, meliputi tata letak, penjudulan, pullout, grafis, info garafis dan foto.
Layak Berita
Ada ukuran-ukuran tertentu yang harus dipenuhi agar suatu kejadian atau peristiwa dalam masyarakat dapat disiarkan . ini yang kemudian disebut layak berita atau berita bernilai tinggi. Sesuatu yang layak dijual, karena kepentingan dan kemenarikannya.
Setiap orang, tentu memiliki persepsi yang berbeda mengenai hal yang penting dan menarik baginya. Namun, secara umum, kejadian yang dianggap punya nilai berita (news value) adalah yang mengandung satu atau beberapa unsure yang disebut di bawah ini:
1. Significance (penting), yaitu kejadian yang berkemungkinan mempengaruhi kehidupan orang banyak, atau kejadian yang punya akibat terhadap kehidupan pembaca.
2. Magnitude (besar), yaitu kejadian yang menyangkut angka-angka yang berarti bagi kehidupan orang banyak, atau kejadian yang berakibat yang dijumlahkan dalam angka yang menarik bagi pembaca.
3. Timeliness (waktu), yaitu kejadian yang menyangkut hal-hal yang baru terjadi atau baru dikemukakan.
4. Proximity (dekat), yaitu kejadian yang dekat bagi pembaca, kedekatan ini bisa bersifat geografis maupun emosional.
5. Prominence (tenar), yaitu menyangkut hal-hal yang terkenal atau sangat dikenal oleh para pembaca.
6. Human Interest (manusiawi), yaitu kejadian yang member sentuhan perasaan bagi pembaca, kejadian yang menyangkut bagi orang biasa dalam situasi luar biasa dalam situasi luar biasa, atau orang besar dalam situasi biasa.
Read more "Berita dan layak berita..."